Peredam Suara Ruang Kelas

Peredam suara ruang kelas merupakan sesuatu yang relatif baru bagi dunia pendidikan di Indonesia, padahal menciptakan ruangan kelas dengan akustik yang bagus dapat membantu siswa dan pengajar mendapatkan suara ucapan yang lebih jelas. Misalnya untuk sekolah taman kanak kanak, maka menciptakan ruangan yang kedap suara bagi kelas siswa akan membantu siswa memahami tutur kata dan pengucapan yang benar dari bahasa yang disampaikan guru. Sebaliknya ucapan guru akan mudah ditangkap dan dimengerti siswa dengan baik.

Berbicara peredam suara ruang kelas, umumnya sekolah sangat jarang menggunakan peredam suara untuk kelas sekolah baik dari taman kanak kanak sampai perguruan tinggi. Meski ruang kelas sangat membutuhkan peredam suara namun kesadaran akan hal tersebut belum mencapai kesana.

Ruang belajar siswa dipengaruhi banyak faktor namun menciptakan ruangan yang tenang adalah suatu kesulitan tersendiri yang berakibat pada kurangnya konsentrasi siswa akan pelajaran yang diberikan guru pengajar. Jika semua kelas diberikan ruang kedap suara yang benar benar berkualitas maka ketenangan ruangan akan terjaga, siswa tidak akan terpengaruh suara dari luar kelas dan akustik suara pengajar dan siswa dapat terdengar lebih baik. Itulah manfaat peredam suara kelas sekolah.

peredam suara ruangan kelas

Menurut Joko Sarwono (https://jokosarwono.wordpress.com), Pada umumnya, pentingnya memperbaiki kondisi akustik ruang kelas dengan mudah menarik perhatian pengelola sekolah apabila menyangkut kebutuhan siswa-siswa yang memiliki problem tidak bisa mendengar (hearing loss). Akan tetapi, pentingnya memperbaiki kondisi akustik terkadang tidak menjadi prioritas bagi:
•    Siswa berumur < 15 tahun, yang sebenarnya belum matang betul perkembangan bahasanya. Kelompok usia ini pada umumnya merupakan penyimak suara ucap yang tidak efektif bila kondisi lingkungannya memiliki tingkat bising yang tinggi.
•    Siswa yang memiliki: problem belajar, terlambat perkembangannya (delayed development children), gangguan pada pemroses informasi auditory, problem suara ucap dan bahasa, problem emosi dan perilaku, dan masalah kesehatan non telinga.
•    Proses belajar mengajar yang menggunakan BUKAN bahasa ibu (non native language) sebagai bahasa pengantar utama.
•    Guru yang seharusnya cukup menggunakan tingkat suara ucap normal, tanpa perlu berteriak.
Sumber utama bising pada ruangan kelas dapat dibedakan menjadi:
•    Sumber bising yang berasal dari luar bangunan sekolah, misalnya bising jalan raya, bising ruang bermain luar ruangan, pesawat terbang (jet) yang melintas.
•    Sumber bising yang berasal dari dalam bangunan sekolah, misalnya suara langkah kaki di koridor, percakapan di koridor, suara dari kantin, suara bel, aktifitas dari kelas sebelah.
•    Sumber bising yang berasal dari dalam ruang kelas, misalnya suara mesin AC, suara alat elektronik, suara dari pipa utilitas.

Pada sisi yang lain, waktu dengung yang berlebihan juga menyebabkan kejelasan suara ucap menjadi rendah. Hal ini disebabkan oleh berlebihannya pantulan energi suara ucap yang dihasilkan oleh permukaan dalam ruang kelas. Berlebihnya energi suara pantulan ini akan menimbun energi suara langsung yang seharusnya lebih dominan. Kombinasi bising dan waktu dengung yang berlebihan inilah yang membuat kondisi akustik ruang kelas buruk. Idealnya, perbandingan energi suara/informasi utama yang disampaikan guru terhadap energi bising latar belakan adalah > 15 dB. Jika ini dipenuhi, maka guru cukup berbicara dengan tingkat suara ucapan normal, dan tidak perlu berteriak sepanjang proses belajar mengajar, jika ingin siswanya mempersepsi informasi yang disampaikannya dengan tingkat kejelasan yang baik.

Untuk menciptakan kondisi akustik yang baik, pertimbangan desain perlu diberikan pada saat sebuah gedung sekolah dibangun. Apabila hal tersebut luput dilakukan, perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kinerja akustik setiap kelas, dan melakukan koreksi yang tepat sesuai dengan tingkat keburukan problem kejelasan suara ucapnya. Pada umumnya koreksi dilakukan dengan melakukan modifikasi fisik pada permukaan dalam ruang kelas, misalnya membuat langit-langit gantung, memasang penyerap energi suara (acoustics absorbers or diffusers) pada dinding, memasang karpet pada lantai, atau mengubah formasi tempat duduk, serta memanfaatkan furniture dalam kelas untuk menghalangi permukaan-permukaan keras di dalam ruang. Sistem tata suara sebaiknya hanya digunakan apabila suara guru tidak dapat menjangkau seluruh tempat duduk dengan tingkat energi yang normal atau apabila ada siswa yang memiliki kebutuhan khusus untuk mendengar suara ucap.

Untuk menciptakan ruang kelas yang lebih interaktif baik untuk siswa SD -SMA dan perguruan tinggi, maka memasang peredam suara dan akustik sangat penting. Kami sebagai jasa kontraktor peredam suara ruangan, menawarkan jasa pemasangan peredam suara ruang kelas, baik di kelas sekolah, ruang meeting guru, ruang rapat, ruang kepala sekolah, ruang olahraga dan sebagainya dengan tujuan menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih tenang. Ketenangan ruangan akan membantu siswa mendapatkan konsentrasi belajar. Sebaliknya kebisingan akan memudarkan konsentrasi.

Hubungi kami untuk jasa peredam suara ruang kelas, peredam gema ruangan, mengatasi kebisingan kelas, menciptakan ruang kedap suara kelas dan sejenisnya. Terimakasih.

PEREDAM SUARA

Incoming search terms:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *